Jumat, 19 November 2010

ANEKA BENTUK DAN POTENSI MUKA BUMI

BENTUK MUKA BUMI
Bentuk muka bumi yang menjadi tempat tinggal manusia akan memberikan beberapa
kemungkinan sebagai penunjang kehidupan yang terdapat di suatu wilayah. Maka bumi
memiliki bentuk yang bermacam-macam dan selalu mengalami perubahan dari waktu ke
waktu.

Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh adanya tenaga yang berasal dari dalam bumi
yang disebut tenaga endogen dan tenaga yang berasal dari luar bumi yang disebut tenaga
eksogen. Akibat adanya kedua tenaga itulah yang menyebabkan permukaan bumi memiliki
bentuk yang tidak sama. Ada yang berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah,
bukit, lembah, dan sebagainya. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi itu disebut relief.

FAKTOR PEMBENTUK MUKA BUMI DI DARATAN DAN LAUTAN


A. TENAGA ENDOGEN

Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini pada umumnya
memberikan berbagai bentuk relief kulit bumi dan bersifat membangun. Tenaga endogen
dapat dibedakan menjadi tiga bagian. Pembagiannya adalah sebagai berikut.

1) TEKTOGENETIK

Tektogenetik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan adanya
perubahan letak kedudukan lapisan kulit bumi, baik secara horizontal maupun vertikal.
Gerakan tektogenetik dikenal dengan istilah di slokasi. Berdasarkan kecepatan gerak
lurus dan luas daerahnya, pembagian gerakan tektogenetik adalah sebagai berikut.

a. Gerakan epirogenetik adalah gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan
kulit bumi. Gerakan ini relatif lambat dan berlangsung agak lama di suatu daerah
yang luas. Contohnya pembentukan kontinen atau benua. Tanda-tanda yang
kelihatannya jelas dari gerak epirogenetik dapat dibedakan menjadi dua.

· Epirogenetik positif (perubahan permukaan laut positif) adalah gerak turunnya
suatu darata sehingga permukaan air laut kelihatan naik.
· Epirogenetik negatif (perubahan permukaan laut negatif) adalah gerak naiknya
suatu daratan sehingga permukaan air laut kelihatan turun.



b. Gerak orogenetik adalah gerakan atau pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif
lebih cepat daripada gerakan epirogenetik serta meliputi daerah yang sempit. Gerak
orogenetik menyebabkan adanya tekanan horizontal atau vertikal pada kulit bumi
sehingga terjadilah peristiwa dislokasi, baik dalam bentuk lipatan maupun patahan.

Lipatan (fold)

Lipatan adalah suatu kenampakan yang diakibatkan oleh tekanan horizontal dan
tekanan vertikal pada kulit bumi yang plastis.

Lapisan yang melengkung membentuk lipatan yang besar, punggung lipatan atau
antiklinal dan lembah lipatan atau sinklinal. Lembah sinklinal yang sangat luas
disebut geosinklinal. Daerah ladang minyak bumi di Indonesia umumnya terletak
pada daerah geosinklinal yang oleh J.H.F Umgrove disebut idiogeosinklinal.

Adakalanya sebuah daerah lipatan terjadi dari beberapa antikl inal dan sinklinal.
Deretan semacam itu masing -masing disebut antiklinorium dan sinklinorium.

Lipatan (fold) terdiri atas berbagai bentuk, di antaranya sebagai berikut.

· Lipatan tegak (symmetrical fold) terjadi karena pengaruh tenaga radial,
kekuatannya sama atau seimbang dengan tenaga tangensial.
· Lipatan miring (asymmetrical fold) terjadi karena arah tenaga horizontal
tidak sama atau tenaga radial lebih kecil daripada tenaga tangensial.
· Lipatan rebah (overturned fold) terjadi karena tenaga horizontal berasal dari
satu arah.
· Lipatan menutup (recumbent fold) terjadi karena hanya tenaga tangensial
saja yang bekerja.

Patahan (fault)

Patahan adalah gejala retaknya kulit bumi yang tidak plastis akibat pengaruh tenaga
horizontal dan tenaga vertikal. Daerah retakan seringkali mempunyai bagian -bagian
yang terangkat atau tenggelam. Jadi, selalu mengalami perubahan dari keadaan
semula, kadang bergeser dengan arah mendatar, bahkan mungkin setelah terjadi
retakan, bagian-bagiannya tetap berada di tempatnya.

· Horst (tanah naik) adalah lapisan tanah yang terletak lebih tinggi dari daerah
sekelilingnya, akibat patahnya lapisan -lapisan tanah sekitarnya.
· Graben/slenk (tanah turun) adalah lapisan tanah yang terletak lebih rendah
dari daerah sekelilingnya akibat patahnya lapisan sekitarnya.



· Dekstral terjadi jika kita berdiri potongan yang berada di depan kita bergeser
ke kanan. Sinistral, jika kita berdiri di potongan sesar yang satu dan potongan
di depan kita bergeser ke arah kiri.


· Block mountain terjadi akibat tena ga endogen yang membentuk retakan -
retakan di suatu daerah, ada yang naik, ada yang turun, dan ada pula yang
bergerak miring sehingga terjadilah satu kompleks pegunungan patahan yang
terdiri atas balok-balok litosfer.


2) GUNUNG API (VULKANISME)
Vulkanisme merupakan salah satu gejala alam yang mencakup peristiwa yang
berhubungan dengan naiknya magma (massa cair pijar) ke permukaan bumi melalui
suatu rekahan dalam kerak bumi. Magma yang sudah keluar disebut lava.

3) GEMPA BUMI (SEISME)
Terjadinya gempa bumi disebabkan oleh adanya pelepasan kekuatan yang berada dari
dalam bumi, yaitu sentakan asli yang bersumber dari dalam bumi merambat melalui
permukaan lalu menerobos permukaan kulit bumi karena keseimbangannya yang
terganggu. Batuan kulit bumi menjadi bergeser sampai tercapainya keseimbangan
kembali. Penyebab timbulnya gangguan keseimbangan itu di antaranya adalah karena
tenaga dari dalam bumi, peristiwa vulkanisme, tektonisme, dan tanah runtuh.

Menurut sebab terjadinya, gempa dibedakan menjadi tiga macam.

a) Gempa vulkanis
Gempa vulkanis adalah gempa yang terjadi akibat meletusnya gunung api. Apabila
gunung api akan meletus, maka timbulah tekanan gas dari dalam. Tekanan ini
menyebabkan terjadinya getaran yang kita sebut gempa bumi. Gempa vulkanis
hanya terdapat di daerah gunung api yang akan, sedang, atau sesudah meletus.
Bahaya gempa ini relatif kecil, tetapi sangat terasa di sekitarnya.

b) Gempa tektonik
Gempa tektonik disebabkan oleh gerak tektonik yang merupakan akibat dari gerak
orogenetik. Daerah yang seringkali mengalami gempa tektonik adalah daerah
pegunungan lipatan muda, yaitu rangkaian Pegunungan Mediterania dan Sirkum
Pasifik. Bahaya gempa ini sangat besar sekali sebab akibat gempa yang timbul,
tanah dapat mengalami retakan, terbalik bahkan dapat bergeser.

c) Gempa runtuhan (terban)
Gempa runtuhan dapat terjadi karena gugurnya atau runtuhnya tanah di daerah
tambang yang berbentuk terowongan atau pegunungan kapur. Pada umumnya di
pegunungan kapur terdapat gua yang disebabkan oleh korosi. Jika gua atau lubang
tersebut runtuh, maka timbullah gempa bumi. Namun, bahaya yang ditimbulkan
gempa bumi ini relatif kecil.

Lokasi episentrum (pusat gempa) pada suatu tempat dapat ditentukan dengan
menggunakan beberapa cara.

· Menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista. Homoseista
adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami atau
mencatat gelombang primer pada waktu yang sama.
· Menggunakan tiga sismograf yang ditempatkan pada sebuah stasiun gempa.
· Menggunakan tiga tempat yang telah diketahui jarak episentralnya.

Jika dari stasiun A diketahui jaraknya adalah XA, dari stasiun B adalah XB, dan
dari stasiun C adalah XC. Dengan titik A, B, dan C sebagai pusat lingkaran, dibuat
lingkaran yang masing-masing beradius XA, XB, dan XC. Ketiga lingkaran itu
berpotongan di sebuah titik. Maka titik itu merupakan episentrum yang dicari.
Cobalah perhatikan gambar berikut ini.
Jarak episentral dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hukum Laska.
D = {(S – P) – 11} x 1 Megameter
Keterangan: D = Jarak episentral

S – P = selisih waktu antara gelombanga primer dan

sekundernya yang dicatat pada sismograf dalam satuan menit.

11 = Satu menit merupakan pengurangan tetap.
1 megameter = 1.000 kilometer.

Klasifikasi gempa juga dapat dibedakan berdasarkan pusat gempa (episentrumnya).

1) Berdasarkan bentuk episentrumnya
· Gempa linear memiliki episentrum berbentuk garis.
· Gempa sentral memiliki episentrum berbentuk titik.

2) Berdasarkan jarak episentrumnya

· Gempa setempat/lokal memilik i jarak episentrum kurang dari 10.000 km.
· Gempa jauh memiliki jarak episentrum sekitar 10.000 km.
· Gempa sangat jauh memiliki jarak episentrum sekitar 10.000 km.

3) Berdasarkan letak episentrumnya

· Gempa darat memiliki letak episentrum di daratan.
· Gempa laut memiliki letak episentrum di dasar laut atau permukaan laut.

B. TENAGA EKSOGEN
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga ini bersifat merusak dan
mengikis kulit bumi, terutama pada bagian-bagian yang tinggi, tetapi sebaliknya tenaga
eksogen mengisi bagian -bagian yang rendah. Faktor yang berperan sebagai tenaga eksogen
adalah air, angin, organisme, sinar matahari, dan es. Tenaga eksogen bisa menyebabkan
terjadinya pelapukan (
weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tana h menjalar (soil creep). Jadi dengan
adanya tenaga eksogen, litosfer mengalami kerusakan kemudian dibangun lagi oleh tenaga
endogen, lalu dirusak lagi oleh tenaga eksogen, selanjutnya dibangun lagi oleh tenaga
endogen, dan seterusnya. Perhatikan gambar berikut!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar